Pelaksanaan langkah-langkah mitigasi sesuai dengan prioritas rencana aksi masyarakat. Namun demikian, PMI, DRC dan staf teknis pemerintah lokal harus mendukung langkah-langkah mitigasi yang sesungguhnya dan anggaran yang menyertai sesuai dengan kriteria.
Kriterianya meliputi relevansi dalam hal pengurangan risiko, manfaat bagi masyarakat yang lebih luas, kelayakan teknis, nilai dana, jumlah bahan yang dibutuhkan (bills of quantities) yang telah divalidasi, dan tingkat dukungan keuangan dan teknis dari pemerintah lokal serta kontribusi dari masyarakat yang mendapatkan manfaat. Seluruh masyarakat sasaran diharapkan akan berkontribusi terhadap pengembangannya sendiri dengan menyediakan, misalnya, tenaga kerja, dan/atau material jika dibutuhkan. Pemerintah lokal diharapkan memberi kontribusi 50% dari keseluruhan biaya langkah mitigasi dan idealnya lebih dari 50% sebagai pengakuan resmi atas upaya dan mobilisasi masyarakat yang ingin mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
Kegiatan mitigasi tidak hanya terbatas pada langkah-langkah struktural seperti tanggul, struktur bronjong kawat, bangunan penahan air, pemecah gelombang, penanaman bakau, pencegah erosi atau pembangunan rute penyelamatan (escape routes), tapi juga dapat mencakup langkah-langkah non-struktural seperti rencana evakuasi, penyebaran informasi mengenai penyakit yang disebabkan air, peningkatan kesadaran mengenai sejumlah isu kesehatan berbasis masyarakat yang terdiri dari flu burung, malaria dan demam berdarah.
Mitigasi non-struktural juga bisa meliputi kegiatan-kegiatan yang menangani Bantuan Pertama Berbasis Masyarakat (CBFA), nutrisi dan perawatan bayi serta meningkatkan kesadaran akan perawatan hewan ternak misalnya pada saat terjadi banjir atau kekeringan.
No comments:
Post a Comment